Bandung, 7 Mei dan 8 Mei 2026 – PT PLN Indonesia Power Renewables (“PLN IP Renewables”) menyelenggarakan Forum Portofolio sebagai upaya memperkuat pengelolaan portofolio bisnis, mempercepat pengembangan proyek Energi Baru Terbarukan (“EBT”), serta meningkatkan sinergi antar entitas di lingkungan perusahaan dan Special Purpose Company (“SPC”). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PLN IP Renewables, perwakilan PT PLN Indonesia Power, serta perwakilan SPC.
Mengusung tema “From Alignment to Acceleration: Strengthening Portfolio Ecosystem,” forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah pengembangan bisnis sekaligus memperkuat kontribusi portofolio terhadap target korporasi dan agenda transisi energi nasional.
Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada penguatan strategi bisnis, evaluasi kinerja perusahaan, pengembangan proyek EBT, hingga stakeholder management dalam mendukung keberlanjutan proyek dan bisnis perusahaan. Tidak hanya itu, PLN IP Renewables juga memaparkan tindak lanjut atas berbagai isu strategis dan tantangan yang dihadapi oleh SPC dari Forum Portofolio sebelumnya. Selain itu, turut dibahas perkembangan kinerja portofolio bisnis, kontribusi laba asosiasi, pendapatan inovatif, serta penguatan pengelolaan investasi melalui transformasi digital, termasuk pengembangan Dashboard Portfolio berbasis Optical Character Recognition (OCR) guna meningkatkan efektivitas monitoring portofolio perusahaan dan SPC.
Direktur Utama PLN IP Renewables, Bapak Hendry Asdayoka Putra, menyampaikan bahwa Forum Portofolio menjadi momentum penting dalam memperkuat alignment dan kolaborasi antar entitas bisnis perusahaan.
“Forum Portofolio tidak hanya menjadi ruang evaluasi kinerja, tetapi juga momentum untuk memperkuat alignment, mempercepat kolaborasi, dan memastikan seluruh portofolio bisnis PLN IP Renewables mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan perusahaan serta pengembangan EBT di Indonesia,” ujarnya.
Dengan adanya penguatan pengelolaan Forum Portofolio ini dapat mendukung eksekusi proyek dengan optimal sehingga portofolio PLN IP Renewables bertumbuh secara eksponensial, salah satunya adalah arah pengembangan bisnis melalui proyek Non-RUPTL dan ekspansi Go Global, termasuk penjajakan proyek Waste to Energy (WtE) di China dan Solar PV di Jordan.
Seiring dengan pengembangan proyek dan ekspansi bisnis tersebut, penguatan stakeholder management turut menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan implementasi proyek, menjaga sinergi, serta membangun komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan. Dalam forum tersebut, President Director Perum LKBN ANTARA, Bapak Benny Siga Butarbutar, turut hadir sebagai pemateri dan menyampaikan pentingnya stakeholder management dan stakeholder communication dalam mendukung keberhasilan proyek energi.
“Keberhasilan pengembangan proyek energi memerlukan keseimbangan antara execution excellence dan kemampuan perusahaan dalam membangun legitimasi publik serta menjaga hubungan yang baik dengan stakeholder,” tambahnya.
Memasuki hari kedua, forum difokuskan pada penguatan business support guna mendukung percepatan eksekusi proyek EBT. Direktur Keuangan PLN IP Renewables, Ibu Laila Haerani, menyampaikan strategi penguatan ekosistem portofolio perusahaan untuk mendukung target pengembangan proyek EBT pada RUPTL 2025–2034. Dalam forum tersebut dipaparkan target pengembangan kapasitas pembangkit hingga 15,7 GW yang mencakup proyek PLTS, PLTA, PLTB, PLTSa, BESS, hingga pembangkit pendukung lainnya di 119 lokasi proyek.
Selain pengembangan bisnis, forum juga membahas penguatan struktur organisasi, competency building, tata kelola tugas karya, serta penguatan Human Capital melalui strategi 5RS yang meliputi Right Skill, Right System, Right Size, Right Synergy, dan Right Spend guna membangun organisasi yang lebih agile, efisien, dan siap mendukung transisi energi.
Pembahasan lainnya mencakup penguatan tata kelola Human Capital dan hubungan industrial, digitalisasi layanan HC, pengembangan karir pegawai, hingga pentingnya alignment pengelolaan Anak Perusahaan dan SPC melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Forum juga membahas optimalisasi insentif perpajakan strategis melalui pemanfaatan fasilitas Tax Holiday guna meningkatkan efisiensi dan kelayakan finansial proyek pembangkit. Pembahasan tersebut menekankan pentingnya koordinasi lintas stakeholder, pemahaman regulasi, serta mitigasi risiko dalam proses pengajuan fasilitas fiskal.
Melalui penyelenggaraan Forum Portofolio 2026, PLN IP Renewables menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan portofolio bisnis yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan.





