PLTA Rajamandala Perkuat Kontribusi Energi Bersih di Jawa Barat melalui Pemanfaatan Konsep Run-of-River untuk Efisiensi Energi Terbarukan

Jakarta, 25 Mei 2026 – Rajamandala Electric Power (REP) menunjukkan kontribusinya dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan di Jawa Barat dan interkoneksi Jawa-Bali melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala berkapasitas 47 MW. Sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT), keberadaan PLTA Rajamandala turut memperkuat pasokan listrik bersih sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

PLTA Rajamandala mengadopsi konsep Run-of-River, yaitu pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran air secara langsung tanpa memerlukan waduk berukuran besar. Pendekatan ini memungkinkan optimalisasi aliran air yang terintegrasi dengan sistem Waduk Saguling, sehingga penggunaan lahan menjadi terminimalisir dibandingkan pembangkit hidro konvensional berbasis reservoir. Selain itu, format ini juga dapat menekan kebutuhan lahan serta meminimalisir dampak sosial maupun lingkungan.

Melalui kapasitas terpasang sebesar 47 MW, PLTA Rajamandala mampu memproduksi energi sekitar 496 MWh per hari atau setara 181 GWh per tahun, menjadikannya salah satu pembangkit yang berkontribusi signifikan dalam memperkuat sistem kelistrikan regional. Energi yang dihasilkan disalurkan melalui jalur transmisi 150 kV Cianjur-Cigereleng, sehingga turut menopang keandalan interkoneksi utama Jawa-Bali dan memperkuat stabilitas pasokan listrik di wilayah Jawa Barat.

Selain kontribusinya terhadap sistem energi nasional, PLTA Rajamandala juga mencerminkan implementasi pembangkitan listrik yang berwawasan lingkungan. Pemanfaatan energi air sebagai sumber daya terbarukan menjadikan pembangkit ini sebagai bagian dari pengembangan energi yang rendah emisi, tanpa menghasilkan limbah operasional seperti pembangkit berbasis fosil, sehingga turut mendukung upaya pembangunan sektor energi yang lebih berkelanjutan.

Kehadiran PLTA Rajamandala juga memperlihatkan optimalisasi sumber energi yang tersedia secara alami melalui pemanfaatan potensi air yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan energi hidro modern tidak hanya berorientasi pada keandalan operasional, tetapi juga pada efisiensi pemanfaatan sumber daya dan penguatan ekosistem energi bersih di Indonesia.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan bauran energi baru terbarukan, pengembangan pembangkit hidro seperti PLTA Rajamandala menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi energi bersih yang adaptif dan berkelanjutan. Infrastruktur ini sekaligus menunjukkan bagaimana pengembangan teknologi pembangkitan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Open chat
Selamat datang di PT PLN Indonesia Power Renewables, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.