ASIA 2026: AGENCY, ENERGY & INFRASTRUCTURE FINANCE IN SINGAPORE

Singapura, 23 Oktober 2026 – PT PLN Indonesia Power Renewables (“PLN IP Renewables”) menjajaki peluang pembiayaan dan kemitraan strategis untuk mendukung pengembangan portofolio energi terbarukan melalui partisipasi dalam forum internasional Asia 2026: Agency, Energy & Infrastructure Finance yang diselenggarakan oleh Exile Group melalui brand TXF, Proximo, dan Uxolo pada 20–22 Oktober 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.

Forum yang mempertemukan pelaku industri energi, lembaga keuangan, perbankan, dan pengembang proyek tersebut menjadi kesempatan bagi PLN IP Renewables untuk memperluas jejaring strategis sekaligus mengidentifikasi alternatif pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis perusahaan. Selama kegiatan, tim PLN IP Renewables melakukan sejumlah pertemuan one-on-one bersama beberapa lender untuk membahas potensi dukungan pembiayaan bagi proyek yang sedang dikembangkan maupun peluang investasi dalam pipeline perusahaan.

Dalam pertemuan dengan Mizuho, PLN IP Renewables membahas potensi pembiayaan dan refinancing untuk proyek Rajamandala Electric Power (REP), serta penjajakan dukungan pendanaan bagi proyek Hijaunesia dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 2 dan Tolo 3 bersama Vena Energy. Sementara itu, pertemuan dengan MUFG berfokus pada alternatif skema pembiayaan proyek, termasuk eksplorasi potensi pemanfaatan fasilitas Export Credit Agency (ECA) apabila dimungkinkan, serta penjajakan dukungan pendanaan untuk proyek panas bumi dan peluang proyek internasional dalam kerangka inisiatif Go Global Project.

Penjajakan pembiayaan juga dilakukan bersama HSBC untuk sejumlah proyek dalam pipeline PLN IP Renewables, antara lain PLTB Sulbagsel (Tolo 2), Hijaunesia 3.0, dan Mentari. Selain itu, dibahas potensi refinancing untuk proyek Trina Mas Agra Indonesia (TMAI). Berbagai pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengidentifikasi struktur pendanaan yang sesuai dengan karakteristik, risiko, dan kebutuhan masing-masing proyek.

Selain menjalin pertemuan dengan beberapa lembaga keuangan atau lender, PLN IP Renewables juga mengikuti sesi “Investing in Renewables: Debt, Equity, and Developer Perspectives” yang membahas perspektif investor, pemberi pinjaman, dan pengembang dalam mendukung investasi energi terbarukan. Diskusi mencakup kepastian pendapatan dan kontrak, pertimbangan risiko dan imbal hasil investasi, serta optimalisasi portofolio melalui pengembangan platform investasi dan asset recycling. Wawasan tersebut memberikan perspektif tambahan bagi perusahaan dalam mengevaluasi kelayakan proyek dan memperkuat kesiapan pendanaan.

PLN IP Renewables juga membuka penjajakan dengan UGT Renewables & Sun Africa untuk mengeksplorasi potensi sinergi dengan kebutuhan pengembangan bisnis PLN Group. Pembahasan mencakup model pengembangan proyek energi terbarukan yang terintegrasi, mulai dari fase pengembangan proyek, dukungan rantai pasok, alternatif pembiayaan atau Financial Close hingga fase konstruksi bahkan COD. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang berpotensi mendukung pengembangan proyek terutama terkait dengan energi terbarukan.

Melalui partisipasi dalam Asia 2026: Agency, Energy & Infrastructure Finance, PLN IP Renewables terus memperkuat konektivitas dengan lembaga pembiayaan dan pelaku industri internasional. Penjajakan berbagai alternatif pendanaan dan peluang kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan investasi, pengembangan portofolio bisnis, serta kontribusi perusahaan dalam mendorong percepatan transisi energi di Indonesia.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Open chat
Selamat datang di PT PLN Indonesia Power Renewables, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.